Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Viral Anal Seks saat Jogging Track Senayan 4

 Topoin.com - Aku duduk diantara Mbak Tia dan Mbak Amy sementara Mbak Amy mengelus batangku lagi dan aku mencium bibir Mbak Tia

“.. mm.. mm.. makasih ya Mbak.. isepan Mbak enak lho.. gak kalah ama Mbak Amy” ujarku sedikit memuji Mbak Tia.
“.. mm.. bisa aja kamu Vii” balasnya.
Mbak Amy terus mengelus batang penisku. Kejantananku mulai tegang dan Mbak Amy menjilat dan mengocoknya pelan. Aku meremas payudara Mbak Tia dan membuka bra-nya, aku remas dan hisap kedua payudaranya
“Sshh.. trus.. Vii.. iisseepp yaa.. sshh” desahnya nikmat.




Sementara aku menghisap payudara Mbak Tia, Mbak Amy menghisap penisku.

Aku menarik turun CD Mbak Tia dan meraba vaginanya
“Shh.. yyeess” desisnya sambil aku mainkan clitorisnya dengan jariku.
“Oohh.. Vii.. eehhmm.. mmpphh.. jilat.. Vii.. jilat..!” desahnya nikmat.
Mbak Tia berdiri dan mengangkangi kepalaku
“Jilat Vi.. jilat memekku.. Oohh.. mhh” jeritnya tertahan saat aku menjilat dan mengulum clitorisnya sementara Mbak Amy masih mengoral aku dan tangan kirinya menggosok vaginanya sendiri.
Aku meminta Mbak Amy berhenti dan aku berdiri, lalu meminta MbakTia berlutut diatas karpet dan menghadap sofa. Aku berlutut di belakangnya dan menggesekkan penisku ke vaginannya
“Sshh.. Ovii.. mmaassuukkiinn ssaayy.. mmaass.. aahh.. sshh.. yyeess..!” jeritnya saat penisku memasuki vaginanya yang sudah basah karena jilatanku ditambah penisku yang sudah basah karena ludah Mbak Amy yang sejak tadi mengoralku.

“Sshh.. ach.. ach.. aacchh.. teruss.. aacchh.. teruss say.. fucckk.. mmee.. aacchh.. yyeeaah.. tthhaattss.. ggoodd.. ffuuckk.. mmee” desahnya sambil kedua tangannya meremas sandaran sofa.
Aku menggenjot Mbak Tia dengan ritme teratur.
Mbak Tia menikmati posisi itu. Setelah beberapa lama dengan doggy style
“.. aahh.. aakkuu.. kkeelluuaarr.. ohh.. ohh.. aacchh.. yyeess.. I AM CUMMING!” jeritnya menikmati dirinya mencapai klimaks sementara penisku terasa dipijat dan diremas-remas oleh vaginanya yang mengeluarkan cairan hangat dan menyiram batang penisku.

Tampak Mbak Amy duduk menghadap kita berdua sambil meraba dan melakukan masturbasi. Keadaan ini membuatku semakin bersemangat menggenjot Mbak Tia dan meminta Mbak Tia untuk merubah posisi. Aku mendudukan Mbak Tia dimeja makan dan aku berada didepannya, Mbak Tia terlentang diatas meja makan aku mengangkat kedua kakinya dan aku taruh di pundakku.. posisi ini membuat penisku langsung menghadap vagina Mbak Tia. Kumasukan batang kejantananku dan aku menggenjot Mbak Tia lagi.

“Shh.. aahh.. yyeess.. kluarin.. Vii.. kklluuaarriinn.. ach. ach.. yyeeahh” desahnya nikmat.
Sementara tanganku meremas dan kedua payudaranya.. kedua tangan Mbak Tia mencengkeram pinggir meja makan dan..




“.. Oohh.. vVii.. aammppuunn.. aakkuu.. ggaakk.. kkuuatt.. ppleeaassee.. ssaayy.. pplleeaassee.. ACH.. ACH.. ACH..!” jeritnya menikmati klimaks untuk kedua kalinya, aku menggenjotnya semakin kencang
“MBAK TIA..! aku mauu.. kluuaarr.. aahh.. aahh” jeritku tertahan.
Mbak Tia buru-buru turun dari meja dan berlutut menghisap penisku dan tangannya mengocok dan memutar cepat batangku.
“Cret.. cret.. cret.. cret.. cret..”, ketika aku klimaks Mbak Tia membuka mulut dan memperlihatkan airmaniku ditampung diatas lidahnya lalu ditelan habis air maniku. Lanjut baca!

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...

Viral Anal Seks saat Jogging Track Senayan 3

 Iklans.com - Mbak Amy meletakkan gelas dan berlutut didepanku.. Mbak Amy melepas ikatan rambutnya dan mengibaskanya sehingga harum rambutnya tercium olehku. Mbak Amy memegang rambut dengan tangannya dan menundukan kepala sementara tangannya yang satu lagi memegang ‘adik’ku lagi meremas memijat dan mengelusnya

“Mbak ingin nyepong kontol kamu lagi Vi.. kontol kamu enak sih” katanya sambil menundukan kepala dan menghisap ‘adik’ku.


Setelah beberapa lama.. ‘adik’ku tegang lagi dan rambut Mbak Amy menyentuh perutku sementara Mbak Amy sibuk menghisap dan menjilat, aku memegang dan mengelus kepala Mbak Amy.

“Mm.. mm.. ohh.. Mbbaakk..!” desahku.
Aku keluar lagi. Mbak Amy menelan air maniku lagi. Mbak Amy tersenyum dan mencium bibirku. Lalu duduk dan tiduran di pangkuanku
“OVi tolong ambilin telpon itu donk.. Mbak mau telp kerumah” ujarnya.
Mbak Amy menelepon dan mengatakan bahwa malam ini akan menginap di apartement. Setelah selesai menelepon, aku dan Mbak Amy berpakaian dan pergi mencari makan diluar. Mbak Amy menggunakan kain sarung bali warna merah dipadu dengan t shirt warna putih dan aku menggunakan celana pendek dan kaos. Aku menyetir mobil Mbak Amy menuju kearah kebayoran.

Setelah selesai makan, kita kembali ke apartement, didalam lift aku memeluk Mbak Amy dari belakang dan ‘adik’ku menempel kepantat Mbak Amy. Mbak Amy dengan sengaja menggesekan pantatnya ke ‘adik’ku dan perlahan tapi pasti punyaku kembali tegang.
“Koq ngaceng lagi kontol kamu?”
“Abis Mbak sih gesek-gesekin pake pantatnya” kataku sambil mencubit pahanya.
Ketika Mbak Amy membuka pintu, langsun aku dorong masuk dan aku tutup pintunya. Aku dorong Mbak Amy ketembok dan aku cium bibirnya, Mbak Amy membalas dengan hot. Mbak Amy mendorong aku dan melepaskan ciumannya dan berjalan kearah kamar sambil menyanggul rambutnya yang panjang seperti ibu-ibu pejabat. Mbak Amy sangat cekatan menyanggul rambutnya karena memang Mbak Amy mempunyai salon dan sanggar senam di Jakarta.

Aku dorong Mbak Amy keatas kasur dan terlentang aku mengangkangi perutnya dan meremas buah dadanya, Mbak Amy merogoh celanaku dan mengeluarkan ‘adik’ku yang sudah tegang dari tadi. Mbak Amy menyuruhku berdiri disamping tempat tidur. Mbak Amy terus mengocok ‘adik’ku dan membuka celanaku. Mbak Amy berlutut dan kembali mengoral ‘adik’ku.




“Mbak.. Oohh.. yyeess.. sshh.. yyeeaa” desahku sambil sedikit mengelus rambut serta memainkan kepalanya naik-turun.
Mbak Amy sangat menyenangi oral sex. Aku menarik Mbak Amy berdiri, aku tidurkan diatas tempat tidur dan menyuruh Mbak Amy membuka kaos dan bra-nya sementara aku menarik tali kain balinya. Ternyata Mbak Amy memakai g-string

“Masukin.. sayang.. aku udah gak tahan nih.. masukin sayang.. please.. entot aku sayang” pintanya.
Aku mengesek-gesekan ‘adik’ku di clitorisnya
“Sshh.. aahh.. masukin Vi.. sshh.. mmaasuukiin.. dong.. sshh.. aahh.. yyeess! ohh.. ohh.. pompa say.. oohh.. yyeess” desahnya berulang kali. Lanjut baca!

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...

Viral Anal Seks saat Jogging Track Senayan 2

 Aopok.com - Mbak Amy berjalan kekamar mandi dan balik lagi membawa handuk kecil yang sudah dibasahi dengan air panas dan membasuh ‘adik’ku. Selesai membersihkan Mbak Amy mencium ‘adik’ku dan mencium bibirku

“Kontol kamu enak Vi.. peju kamu banyak lagi.. Mbak suka kontol kamu” katanya sambil mencium bibirku lagi


“Mbak tolong lepasin dong.. aku mau ke kamar mandi nih.. udah kebelet” pintaku.
Mbak Amy melepaskan tali kimono yang mengikatku dan aku berdiri menuju kekamar mandi
“Cepet ya.. abis itu pake bajunya lagi.. ntar kamu masuk angin lagi” suruhnya.

Aku mengambil kimono dan menuju kamar mandi, setelah selesai tampak Mbak Amy sedang duduk di depan TV dan sedang merokok. Tampak pakaiannya yang masih rapi dan rambutnya yang disanggulnya pada waktu dilift masih tertata rapi tidak ada sisa rambut yang terlepas dari ikatannya dan sepatu hak tingginya yang masih melekat di kakinya. Mbak Amy duduk menumpangkan kaki kanan ke kaki kiri. Aku duduk disebelahnya dan mencium pipinya
“Makasih ya Mbak.. tadi enak banget deh..” kataku sambil mencium pipinya lagi
“Ya udah kamu istirahat dulu.. aku mau ambil minum dulu.. kamu mau minum apa? cointreau, jd atau apa?” tanyanya sambil menuju muni bar yang berada di dekat dapur
“Apa aja deh.. nanti juga aku minum” jawabku.

Mbak Amy kembali dengan dua gelas dan sebotol cointerau, Mbak Amy menuangkan dan kita berdua meminumnya dengan sekali minum. Mbak Amy hanya minum dua gelas sedangkan aku minum beberapa gelas karena cointreau minuman favoritku. Setengah pusing aku terus bercanda dan ngobrol dengan Mbak Amy
“Mbak.. boleh ngga aku tanya?” tanyaku.
“Boleh aja.. kamu mau tanya apa ntar Mbak jawab”
“Suami Mbak kemana?” tanyaku penasaran..
“Khan lagi di Jepang udah 3 bulan, lagi ngurus kantor cabang yang disana” jawabnya cepat.
“Oo.. ini apartementnya baru ya Mbak.. dulu khan belum punya?” tanyaku lagi.
“Apartement ini aku 1 bulan lalu.. jadi ini masih baru.. baru sekarang aku perawanin” jawabnya sambil berdiri mengembalikan botol minuman ke mini bar.

Aku mengikutinya dan memeluk pinggangnya serta mencium lehernya
“Sshh.. mm.. sshh” desisnya.
Tanganku naik meraba buah dadanya, ternyata besar juga.. aku taksir sekitar 36b. Tanganku terus meraba dan memijatnya perlahan




“sshh.. hhmmpphh.. yyeess.. terus Vi.. terus sayang.. Oohh.. remes sayang.. remes dong.. masa diraba doang sih” bisiknya sambil mendesis menikmati pijatan tanganku.
Aku mendorongnya menuju meja dapur dan membalik tubuhnya, langsung aku lumat bibirnya dan Mbak Amy membalasnya dengan penuh nafsu
“Ayo Vi.. sshh.. telanjangi aku Vi.. buat aku puas! terserah mau kamu aja sayang.. sshh.. Oohh.. yess” bisiknya sambil aku mencium telinganya.
Pikiran isengku timbul. Aku akan balas perlakuan Mbak Amy tadi. Tangan Mbak Amy mengelus dan mengocok ‘adik’ku lagi yang sudah tegang
“Mbak tangannya aku iket ya” bisikku sambil meremas buah dadanya
“Sshh.. mmpphh.. terserah kamu Vi.. layani aku ampe puas.. sshh.. terserah kamu” jawabnya sambil turun berlutut dan tangannya mengelus, mengocok ‘adik’ku lalu mengarahkan kemulutnya. Lanjut baca!

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...

Viral Anal Seks saat Jogging Track Senayan 1

 Biodataviral.com -  Cerita ini merupakan kejadian yang aku alami diawal tahun 2000 pada saat aku masih menganggur dan belum bekerja. Cerita ini berdasarkan kejadian yang benar-benar aku alami dan aku hanya ingin berbagi cerita saja.


*****

Sore hari waktu menunjukan pukul 4, aku sedang mengitari Gelora Senayan, memang itu sudah menjadi kebiasaanku setelah lulus kuliah dan dalam rangka mencari pekerjaan. Setelah aku lari beberapa putaran, aku beristirahat di sebuah warung yang telah menjadi langgananku setiap aku lari di senayan. Aku selalu menitipkan tas disitu karena pemilik warung tersebut adalah salah satu mantan penjaga sekolah waktu aku sma.

Aku beristirahat sambil membereskan membereskan tasku, memang aku berencana menuju Plaza Senayan untuk membeli keperluan rumah yang diminta oleh ibuku. Ketika aku berjalan hendak ke Plasa Senayan di dekat patung panah tampak sebuah mobil Mercedez hitam membunyikan klakson
“OVI..!”suara perempuan memanggilku dari dalam mobil.
Aku menengok dan tampak wajah artis perempuan senior. Kita sebut saja Mbak Amy, Mbak Amy ini kira-kira berumur 36 tahun berbeda 9 tahun denganku.

Aku mengenal Mbak Amy ini dari mantan pacarku yang dulu pernah menjadi asistennya
“Apa kabar Mbak?” sapaku
“Mau kemana kamu Vi? “tanyanya
“Mau ke Plaza Senayan Mbak.. aku mau ke hero mau beli keperluan rumah”jawabku lagi
“Ya udah bareng aja yuk.. Mbak juga mau belanja sekalian temeinin aku belanja aja ya” ajaknya.
Aku mengangguk dan membuka pintu kiri mobil aku letakkan tasku di jok belakang.
“Bagaimana kabarnya Mbak?” aku mulai pembicaraan
“Baik.. kamu sendiri gimana? Kemana aja nih.. sombong amat gak pernah kerumah Mbak lagi.. mentang-mentang Ririn ngga kerja ama Mbak lagi” balasnya
“He he he.. abis Mbak sibuk sih.. aku ngga anak kalo ganggu” ujarku lagi.
Ririn itu mantan pacarku yang dulu pernah menjadi asisten pribadinya Mbak Amy ini
“Mbak Amy dari mana? koq lewat sini?” tanyaku lagi
“Aku dari rumah.. abis di depan hotel M macet banget jadi deh aku lewat sini terus ketemu kamu” jawabnya.




Mbak Amy ini kira-kira tingginya sekitar 167 cm, kulitnya putih bersih, rambutnya lurus panjang & hitam. Amemperhatikan Mbak Amy, hari ini dia memakai rok berbahan katun yang strect warna abu-abu baju kemeja hitam kontras dengan warna kulitnya serta rambutnya dibiarkan tergerai panjang dan sepatu hak tinggi warna hitam. Rambut panjang sampai ke punggung. Aku memang senang memperhatikan penampilan orang. Setelah mendapat parkir kita berdua turun dan langsung menuju Supermarket yang terdapat di basement Plaza Senayan. Lanjut baca!

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...

Kisah Ngewe Mantan Anak Ibu Kost

 Aopok.com - Pengalaman aku kali ini berawal beberapa tahun yang lalu, sekitar tahun 2025– 2026. Saat itu aku baru saja mendapatkan kerjaku di kota Surabaya sehingga untuk mendapatkan rumah dalam waktu dekat tidak mungkin aku lakukan karena terus terang saja, aku belum mendapatkan tabungan yang cukup untuk membeli rumah. Akhirnya aku putuskan untuk kost didaerah dekat kantor.


Akhirnya aku dapatkan tempat kost yang aku inginkan, perlu pembaca ketahui, nenek kostku mempunyai cucu perempuan yang saat itu masih berada dibawah bangku SMP, sebut saja namanya Endah. Endah adalah sosok yang mengasyikkan jika dilihat, walaupun dia masih dibangku SMP, Endah mempunyai bentuk tubuh yang montok dan setelah aku banding-bandingkan, Endah mirip dengan seorang selebitris di Indonesia yang masih single sampai sekarang. Oya, sebelumnya namaku Dandy, 30 tahun seorang karyawan di salah satu perusahaan di Surabaya.

Singkat cerita, tanpa terasa 2 tahun sudah aku menjalani masa kostku dan karena aku termasuk orang yang supel, aku cepat beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. Dan karakter aku itu membuat Endah yang semakin hari semakin ranum dan sexy, tergila-gila dengan aku. Sampai suatu hari aku beranikan diri untuk mencium bibirnya, diluar dugaanku Endah membalas dengan buasnya. Sampai akhirnya aktivitas itu menjadi kegiatan rutin antara aku dengan Endah, sepulang kantor atau memanfaatkan waktu-waktu sepi di kost-kostan. Setiap melakukan hal itu, tanganku yang bandel juga tidak lupa menyelinap di balik CD nya dan sedikit menggesek-gesekan jari telunjukku di ujung clitorisnya. Dan walaupun aku hanya menggesekkan adik kecilku tetapi setiap aktivitas itu, aku selalu mencapai klimaks. 4 tahun ternyata waktu yang sedikit untuk menikmati hal itu. Sampai akhirnya aku harus keluar dari kost-kostan dan Endah harus kuliah di kota dingin Malang.

Setelah sekian tahun lamanya aku tidak mendengar kabar tentang Endah, di tahun 2001 aku iseng-iseng call Endah di rumahnya dan walhasil dari obrolan pertama di telepon tersebut, aku dapatkan nomor phone dia di Malang dan juga dia memberikan nomor HP. Akhirnya kita berdua sering kontak via telephone, walaupun aku sudah berstatus nggak bujang lagi, tetapi dia tetap saja bilang kalau masih sayang sama aku. Sampai akhirnya kita janjian untuk ketemu saat dia week end, karena setiap hari itu Endah selalu rajin pulang ke Surabaya.

Pucuk ditunggu ulam pun tiba, dengan perasaan deg-degan akhirnya aku bertemu dengan sosok Endah yang dulu masih lugu dan centil, sekarang tumbuh menjadi gadis yang sexy, sintal dengan ukuran bra 34. Waw, semakin aku menelan ludah setiap melihat tubuhnya yang sexy.

“Mas Dandy, gimana khabarnya,” tanya Endah merusak pikiranku yang jorok.
“Ee.. baik, bagaimana dengan kamu?” jawabku gugup.
Kita berdua bercerita panjang lebar setelah sekaian lama nggak ketemu, Sampai akhirnya aku harus antar dia balik ke rumahnya di sUrabaya.
“En, kamu sudah punya pacar..?” tanyaku.
“Lagi blank nih Mas.. ” jawab Endha tangkas
“O yah, kamu masih inget nggak saat aku ajarin kamu berciuman dulu?” godaku.
“Ihh, Mas Dandy emang bandel kok,” sambil mencubit lenganku.
“Aow..,” aku meringis kesakitan.
“Kamu mau nggak kalau aku terusin pelajarannya,” tanyaku sekali lagi.
“Mau aja asal Mas yang ajarin,” jawaban Endah membuat aku merinding. Lanjut baca!

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...

Cerita Ngewe Maria Sepuasnya

 Tradingan.com - Maria. Itu namaku. Kedua orang tuaku meninggal karena kecelakaan ketika aku berusia 11 tahun. Saat itu, aku benar-benar sendirian. Rasa takut dan kesepian menyerang hati dan pikiranku. Yang paling menyedihkan adalah, aku sama sekali tidak pernah dikenalkan ataupun berjumpa dengan kerabat ayah maupun ibu. Aku tidak pernah bertanya. Selama ini aku hanya mengenal ayah dan ibu saja. Dan itu sudah lebih dari cukup bagiku. Kami bertiga sangat bahagia.


Aku tidak ingat, bagaimana aku bisa sampai di panti asuhan itu. Yayasan Bunda Erika, aku membacanya di sebuah papan nama di depan pintu masuk bangunan itu. Di sana, banyak anak-anak yang sebaya denganku. Kehadiran mereka membuatku setidaknya “lupa” akan kemalangan yang baru saja menimpaku. Tidak lamapun, aku merasa kalau aku telah menemukan rumah baru bagiku. Enam bulan pun berlalu.

Pada suatu hari yang cerah, mendadak kami dibangunkan oleh Bunda Risa, salah satu pengurus di tempat kami.
“Ayo bangun, cepat mandi, pakai pakaian terbaik kalian, setelah itu kalian harus berkumpul di aula. Kita akan kedatangan seseorang yang sangat istimewa”, katanya sambil tersenyum hangat.
Dan aku pun bertanya, “Bunda, tamu istimewanya siapa sih? Artis ya?”
“Mungkin ya..”, kata Bunda Risa sambil tertawa kecil.
“Karena dia adalah putra tunggal dari pemilik yayasan ini..”

Tak kusangka, pertemuanku dengan Erik Torian bisa mengubah hidupku, seluruhnya. Saat dia melewati barisan anak-anak yang lain, dia tiba-tiba berhenti tepat di depanku. Senyuman misterius menghiasi wajahnya. Dengan posisi membungkuk, dia mengamati wajahku dengan teliti. Temannya yang ikut bersamanya pun ikut memperhatikan diriku.

“Ada apa Torian? Apa kau kenal dengan anak ini?”, tanyanya.
“Tidak”, Erik masih memandangiku sambil memegang mukaku, seolah-olah aku tidak bernyawa.
“Sempurna” katanya dingin.
“Seperti boneka..”
Aku yakin sekali dia bergumam [“..boneka yang aku idam-idamkan”]
Lalu dia melepaskan wajahku dan langsung meninggalkanku begitu saja.

Sehari setelah kunjungan itu, Erik bersama temannya itu kembali mengunjungi yayasan, untuk mengadopsi diriku.
“Halo.. Maria” Erik melemparkan senyum yang berbeda dari kemarin.

“Mulai saat ini, aku-lah yang akan merawat dan mengurus Maria. Kamu tidak harus memanggil aku ‘ayah’ atau sebutan lainnya, panggil saja aku Erik.”
Sambil mengalihkan pandangannya ke temannya, dia melanjutkan,”Nah.., ini adalah temanku, namanya Tomi.”
Akupun menyunggingkan senyuman ke arah Tomi yang membalasku dengan senyuman hangat.

Aku sama sekali tidak percaya bahwa ternyata Erik tinggal sendirian di rumah megah seperti ini dan masih berusia 24 tahun saat itu. Diam-diam, aku kagum dengan penampilan Erik dan Tomi yang Wajib baca!

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...

Kisah Seks Lalu Lintas Birahi

 Aopok.com - Rudi adalah pria awal 30-an berpenghidupan lumayan dengan pekerjaan sebagai seorang pialang di suatu perusahaan sekuritas sedang. Tidak ada yang aneh dengan kehidupannya. Semua berjalan lancar. Bila ada tekanan-tekanan dalam pekerjaan bahkan membuatnya merasa bergairah untuk menjalaninya. Ini hidup katanya dalam hati.

Kehidupan seks-nya juga demikian, hampir tidak ada masalah. Ia bisa mendapatkan apabila ia ingin, tentunya dengan proses yang wajar, karena Rudi sangat menghindari ‘sex shopping’ atas alasan-alasan tertentu. “Biar cinta berjalan semestinya,” yakinnya.


Sore itu market mendekati closing hours. Ia menjauhi mejanya, berjalan sebentar meregangkan otot. Hari ini ia sangat puas. Pasar sangat bersahabat dengannya. Sejumlah keuntungan berhasil dibuatnya dalam one day trade. Sebagian masuk ke dalam rekening pribadinya. “Aku memang patut mendapatkan,” pikirnya, tidak ada yang merugikan atau dirugikan, kepuasan seperti ini selalu membuatnya terangsang secara seksual. Dipandangnya sekitarnya. Ada beberapa wanita rekan kerja yang masih berkutat. Ia segera memalingkan wajahnya. Perlu beberapa tahapan untuk mengajak salah seorang dari mereka ke tempat tidur, dan itu menyita waktu dan emosinya. Lebih baik aku pulang batinnya. Ada sesuatu yang mengingatkan untuk menunda jam kepulangannya, ia tidak mempedulikan.

Dikemudikan mobilnya keluar dari basement perlahan. Beberapa anak SMU tampak bergerombol di halte dekat gedung kantornya. “Ahh..” kernyitnya. Ia terjebak di kemacetan rutin sore hari. Dirinya sudah mengingatkan agar menunda. “Instingku semakin bagus saja,” senyumnya kecut. Dilihatnya ke luar jendela mobil. Antrean mobil sepanjang kira-kira 200-an mobil tidak bergerak sama sekali. Dilihatnya ke belakang dengan putus asa. Keadaan di belakang sama buruknya dengan pemandangan di depannya.

Rudi menarik nafas dalam-dalam. Digerakkan cermin di atas ke wajahnya. “Tenang Rud, ini bukan alasan yang bagus untuk merusak 1 hari tenangmu,” katanya sambil membenarkan letak rambutnya. Tiba-tiba seseorang berseragam LLAJR mengetuk kaca mobilnya. Dengan segan ditekannya switch jendelanya. Petugas itu memberitahu kalau terjadi kecelakaan beruntun di depan dan mungkin lalu lintas baru dapat lancar paling cepat 30 menit. Dihempaskan tubuhnya ke kursi mobil. “Bagus!” ia menutup wajahnya. Itulah alasan yang paling tepat untuk merusak moodnya. Dibukanya TV mobil. Dipilihnya satu film porno kesayangannya di remote. Ditatapnya adegan-adegan itu dengan hambar. “Huh! Di tengah kemacetan nonton film porno malah menambah masalah,” sungutnya sambil mematikan. Rudi menyerah. Dimatikan mesin mobil sembari menatap ke arah kiri.

Tampak di luar gadis-gadis berseragam SMU masih bergerombol menunggu bis kota. Beberapa di antaranya duduk di trotoar. Diperhatikannya satu persatu. “Dasar gadis remaja, mereka tidak mempedulikan cara duduknya,” katanya dalam hati. Tiba-tiba darahnya berdesir. Tungkai-tungkai indah itu milik gadis yang sangat muda. Diperhatikannya lagi lebih seksama. Ada yang bertumpu dengan tangannya di belakang sehingga dadanya membusung ke depan. Wajahnya begitu bersih dan muda. Rambutnya sebahu dengan leher yang jenjang. Rudi mulai termakan fantasinya sendiri. Ia memang tidak pernah bercinta dengan gadis belia. Itukah yang diinginkannya saat ini? “Tidak,” Lanjut baca!

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...

Cerita Sex Ngentot Ale Sepuasnya

 Iklans.com - Jika anda pernah membaca kisah berjudul “Ale and Me”, sebenarnya kisah itu ada lanjutannya.. Yang pertama kemarin itu cerita di hari jumat malam waktu kami berangkat. Kemudian sedikit cerita untuk sabtu paginya. Nah.. Ini cerita sepanjang sabtu. Enjoy..

*****

Kami semua menuju ruang TV. Ale duduk di singel sofa empuk miliknya depan TV. Barry mulai menjalankan VCD Player dengan film BF yang mereka punya. Aku duduk menyamping diatas pangkuan Ale, pantatku disela sela pahanya. Ketika film dimainkan, tangan Barry dan Sylvy sudah mulai saling merangsang, sementara Micky dan Amy sudah berciuman diatas sofa panjang. Sepertinya sudah tidak ada lagi yang memperhatikan film di VCD, karena masing-masing sudah memulai permainannya sendiri sendiri.


Jari-jari Ale sudah mulai membelai celah memekku. Menarik-narik klirotisku membuatku semakin terangsang. Ia juga menciumi tetekku menggigit putingku. Tangan kiriku mengocok kontolnya lembut. Tak lama, kakiku diangkatnya hingga aku duduk berhadapan dengannya sementara kontolnya terjepit antara perutnya dan memekku dan kedua kakiku melewati sandaran sofa. Perlahan Ale mengorek-ngorek lubang memekku dengan kontolnya.

“Ahh..” desahku saat kepala kontolnya mulai menerobos masuk dalam memekku. Aku menekan pantatku kebawah, hingga kontolnya masuk sampai ke batangnya, sekalipun rasanya sakit sekali, tapi nikmatnya luar biasa. Kemudian aku terlentang diatas pangkuannya masih dengan kontol yang tertancap dalam memekku. Amy dan Sylvy mendekatiku, mereka menjilati tetekku dan menggigit gigitnya serta meremas remasnya hingga memerah, sementara Micky dan Barry memasukkan kontol mereka ke dalam vagina kedua perempuan yang sedang menungging itu, kemudian mengocoknya.

Jari-jari Sylvy dan Amy menggelitik klitorisku, membuatku semakin bergetar. Ale’ memegang pinggangku dan sedikit mengangkatnya, hingga ia bisa mengocokkan kontolnya dalam memekku.

“Ahh.. Ssshh..” desahku keenakan..

Tanganku berpegangan pada sandaran tangan sofa dan mulai mengangkat pantatku dan memutar mutarnya, hingga kontol Ale yang panjang serasa mengaduk aduk memekku. Pelan namun pasti, pantat Ale’ pun di goyangkan mengikuti irama goyangan pantatku. Makin cepat dan makin tak beraturan..

“Ahh.. Alee..”

Ia mengeluarkan sebuah vibrator kecil, seukuran ibu jari dan memasangnya pada getaran tertinggi. Kemudian menempelkan pada klitorisku.

“Aahh.” Jeritku seakan tersetrum listrik seluruh tubuhku, bersamaan dengan itu terasa memekku berkedut sangat kuat dan.
“Aahh.. Alee.”

Aku menggoyangkan pantatku semakin kuat dan badanku bergetar sangat keras dan kurasa dinding memekku mengejang sangat kuat menjepit kontol Ale yang masih ada didalam.

“Aaahh.. Sayang.. Ohh.. Fffuck!” Desah Ale, bersamaan dengan mengalirnya pejuhnya dalam memekku.

Kedua orang di sebelahku juga mulai mendesah dan mencengkram erat pegangan sofa. Masih dalam posisi yang sama, aku menghampiri Amy dan menghisap teteknya, sementara Ale’ mecium bibir dan memainkan lidahnya dalam mulut Sylvy sambil meremas teteknya. Tak lama mereka menjerit keras sambil menggoyangkan pantat mereka dan kemudian menelungkupkan kepalanya di sandaran kursi.

Setelah sejenak kami semua berisitarahat ditempat, kami semua bangkit dari tempat duduk kami. ‘Plop’ suara dari kontolnya Ale yang tadi tertanam dalam memekku ketika terlepas. Ale mengangkatku ke kamar mandi dan meletakkanku dalam bathtub kemudian mengisinya dengan air hangat. Dengan tubuh yang sangat letih, aku tertidur dalam bathtub yang hangat. Wajib baca!

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...

ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia